Minggu, 27 Juli 2014

Cara Membuat Jurnal Umum Pada Perusahaan Jasa

Tuan Victor membangun sebuah perusahaan yang diberi nama PT. Victory, perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pelayanan jasa transportasi. Berikut beberapa transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2013:
2 Januari, Untuk mendirikan perusahaan, Tuan Victor menginvestasikan uangnya sebesar Rp.10.000.000,00 dan kendaraan seharga Rp. 20.000.000,00 nomor bukti 001
3 Januari, Pembelian perlengkapan secara tunai seharga Rp. 200.000,00 nomor bukti 002
4 Januari, Pembelian peralatan seharga Rp. 6.000.000, 00 yang sudah dibayar secara tunai sebanyak Rp. 1.000.000,00 dan sisanya akan dibayar 3 bulan lagi dengan nomor bukti 002A
6 Januari, Dibayar dimuka sewa gedung untuk operasional perusahaan sebesar Rp. 1.000.000,00 untuk masa satu tahun dengan nomor bukti 003
8 Januari, Dibayar rekening telepon, listrik, dan air untuk bulan ini Rp. 225.000,00 nomor bukti 004
11 Januari, Diterima pendapatan sebesar Rp. 2.500.000,00 dengan nomor bukti 005
13 Januari, Dibayar beban pemasangan iklan di harian Suara Merdeka untuk 6 kali penerbitan mingguan sebesar Rp. 250.000,00 nomor bukti
006
15 Januari, Dibayarkan premi asuransi Rp. 220.000,00 nomor bukti 007
18 Januari, Difakturkan tagihan terhadap Nona Amel atas biaya jasa yang telah diselesaikan sebesar Rp. 3.100.000,00 dengan nomor bukti 008
20 Januari, Menerima pinjaman dari pihak Bank Mandiri sebesar Rp. 7.000.000,00
24 Januari, Pengambilan uang tunai untuk keperluan pribadi oleh Tuan Victor sebesar Rp. 750.000,00 nomor bukti 010
26 Januari, Dibayar beban lain-lain Rp. 150.000,00 nomor bukti 011
28 Januari, Dibayar upah karyawan sebesar Rp. 700.000,00 nomor bukti 012
30 Januari, Dibayar untuk angsuran utang pembelian peralatan sebesar Rp. 400.000,00 nomor bukti 013
Berikut pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum:

Ketelitian dan ketepatan sangat diperlukan dalam menyusun jurnal umum akuntansi. Semoga salah satu contoh di atas dapat memberikan sedikit gambaran tentang cara menyusun dan menyelesaikan soal jurnal umum akuntansi.

Pengertian , Tujuan , dan Cara membuat Neraca Lajur Perusahaan Jasa - Akuntansi

Kalian tentu mengetahui, bahwa penyusunan jurnal penyesuaian digunakan untuk persiapan menyusun neraca dan laporan laba rugi. Dengan menyusun jurnal penyesuaian, maka perkiraan riil dan perkiraan nominal akan menunjukkan saldo yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Oleh karena itu, agar penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan dengan teliti dan benar, diperlukan suatu alat yang disebut neraca lajur atau kertas kerja.
Neraca lajur atau kertas kerja adalah suatu kertas berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan secara sistematis.
Tujuan penyusunan neraca lajur di antaranya sebagai berikut.
1. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.
2. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
3. Untuk mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.
Bentuk neraca lajur yang lazim digunakan dalam praktik suatu perusahaan adalah bentuk neraca lajur 10 kolom, yang tampak seperti berikut.


Data penyesuaian per 31 Desember 2005 sebagai berikut.
a. Persediaan perlengkapan kantor yang masih ada akhir tahun
2005 sebesar Rp 800.000,00
b. Sewa tersebut dibayar tanggal 2 Desember 2005 untuk
jangka waktu 1 tahun mulai dari Desember 2005 sampai
dengan November 2006.
c. Penyusutan atas peralatan kantor tahun 2005 sebesar
Rp500.000,00.
d. Gaji yang masih harus dibayar sebesar Rp1.000.000,00.
e. Pendapatan jasa yang masih harus diterima sebesar
Rp1.000.000,00.
Akun yang masih harus dibuka adalah:
506 Beban perlengkapan kantor
507 Beban sewa
508 Beban penyusutan peralatan kantor
122 Akumulasi penyusutan peralatan kantor
202 Utang gaji

Diminta:
Susunlah ayat penyesuaian dalam jurnal umum dan neraca lajur 10 kolom!

Jawab:

a. Ayat penyesuaian dalam jurnal umum dari Perusahaan ADHI JAYA, Medan akan tampak seperti berikut.


b. Kertas kerja atau neraca lajur
Dari semua data akuntansi Perusahaan ADHI JAYA, Medan dapat disusun neraca lajur sebagai berikut.

Sabtu, 26 Juli 2014

Rekonsiliasi Bank - Akuntansi

1. Pengertian dan Tujuan Rekonsiliasi Bank
    Jika penerimaan kas oleh perusahaan disetorkan ke bank dan semua pengeluaran yang jumlahnya relatif besar dilakukan dengan penarikan cek , maka transaksi yang demikian akan dicatat oleh perusahaan dan pihak bank . Oleh perusahaan , semua penerimaan uang dicatat pada jurnal pengeluaran kas . Oleh bank , uang setoran dari perusahaan dan pengambilan uang oleh perusahaan dilakukan dengan cek dan akan dicatat dalam rekening giro atau rekening koran .

    Setoran dari perusahaan oleh pihak bank akan dicatat di kredit rekening koran (merupakan utang bagi bank). Sebaliknya , uang di bank yang diambil oleh perusahaan dengan menggunakan cek akan dicatat oleh bank di debit rekening koran (merupakan piutang bagi bank) .

    Setiap akhir bulan , bank membuat laporan yang disarankan kepada perusahaan berupa rekening koran yang membuat data tentang hal berikut ini :
a. Saldo awal simpanan perusahaan
b. Penambahan setoran , baik berupa uang tunai , cek, maupun hasil pengihan piutang usaha yang dilakukan oleh bank .
c. Pengambilan uang oleh perusahaan dengan cek , transfer , atau pembayaran utang usaha perusahaan melalui bank .
d. Pendapatan bunga (jasa giro)yang sudah diperhitungkan oleh bank
e. Beban administrasi bank dan beban inkaso bank yang harus ditanggung oleh perusahaan
f. Saldo akhir simpanan  perusahaan pada waktu dibuat laporan bank.

Mengidentifikasi Mutasi Kas Bank - Akuntansi

1. Mutasi Kas Bank
Dalam perusahaan yang menyetorkan semua dana yang diterima ke bank, saldo kas perusahaan meliputi uang simpanan giro di bank, uang tunai dan cek yang belum disetorkan ke bank dan sisa dana kas kecil. Kegiatan penerimaan dan pengeluaran kas (mutasi kas).
Salah satu kegiatan pengawasan kas adalah pemerikasaan terhadap mutasi kas yang dilakukan oleh bagian pemeriksaan intern baik secara periodik maupun secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Pemeriksaan kas biasanya dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Mengadakanverifikasi (pengujian) terhadap catatan-catatan, dokumen transaksi serta cek-cek yang terkait dengan aktivitas pengelolaan kas dalam periode tertentu.
b. Mengadakan pemeriksaan terhadap fisik kas, yaitu dengan cara menghitung uang tunai dan benda-benda kas lainnya yang ada di perusahaan. Sementara bagi perusahaan yang menyetorkan semua kas yang diterima ke bank, pemerikasaan terhadap fisik kas terutama untuk kepentingan pengawasan terhadap dana kas kecil dan dana-dana kas lainnya.
2. Dokumen Penerimaan dan Pengeluaran Kas.
a. Dokumen Penerima Kas.
Penerimaan kas dalam perusahaan pada umumnya berasal dari transaksi penjualan tunai dan penerimaan piutang dari debitor. Penerimaan piutang bisa terjadi dalam bentuk cek yang dikirimkan debitor kepada rekening perusahaan di bank. Dokumen-dokumen yang terkait dengan penrimaan kas sebagai berikut :
1) Bukti penerimaan kas yang dibuat sendiri oleh perusahaan, untuk bukti transaksi penerima kas dari manapun sumbernya.
2) Faktur (nota) penjualan tunai sebagai bukti pendukung bukti penerimaan kas yang berasal dari transaksi penjualan tunai.
3) Daftar surat pemberitahuan dari debitor sebagai pendukung bukti penerimaan kas yang berasal dari penerimaan piutang.
4) Surat pemberitahuan dari debitor sebagai pendukung bukti penerimaan kas yang berasal dari penerimaan piutang.
5) Bukti Setoran ke bank sebagai bukti pendukung yang digunakan untuk pengecekan jumlah dana yang diterima dengan jumlah yang disetorkan ke bank.

b. Dokumen Pengeluaran Kas.
Pengeluaran kas yang dilakukan perusahaan pada umumnya meliputi pengeluaran untuk pembayaran hutang, pembayaran beban operasional. Dalam perusahaan yang menyetorkan semua dana yang di terima ke bank, pembayaran pada umumnya dilakukan dengan menggunakan cek. Untuka lebih praktis pembayaran dalam jumlah relatife kecil digunakan dana kas kecil. Oleh karena itu dokumen-dokumen yang terkait dengan transaksi pengeluaran kas yaitu sebagai berikut :
1) Bukti pengeluaran kas yang di buat sendiri oleh perusahaan, untuk bukti segala jenis transaksi pengeluaran kas.
2) Faktur (nota) pembelian tunai sebagai bukti pendukung bukti pengeluaran kas untuk transaksi pembelian tunai.
3) Faktur pembelian kredit sebagai pendukung bukti pengeluaran kas untuk pembayaran utang.
4) Bukti pembelain barang sebagai pendukung bukti pengeluaran kas untuk pembayaran hutang.
5) Permintaan pengisian kembali kas kecil sebagai pendukung bukti pengeluaran kas untuk pengisian kas kecil.
6) Bukti pengeluaran kas kecil sebagai pendukung permintaan pengisian kembali kas kecil.
7) Surat permintaan pengeluaran kas kecil sebagai pendukung bukti pengeluaran kas kecil.
D. Prosedur Pencatatan Mutasi Kas Bank
Seperti telah dibahas di muka, mutasi kas menyangkut peneriamaan dana, penyetoran dana ke bank, pengeluaran kas umum, dan pengeluaran kas kecil. Pada perusahaan yang menyelenggarakan akuntansi secara manual dan transaksi dicatat dalam buku Jurnal Penerimaan Kas, sementara pengeluaran kas dicatat dalam buku Jurnal Pengeluaran Kas atau cek Register.
E. Pencatatan Selisih Kas
Selisih kas adalah selisih antara kas menurut catatan dengan kas yang ada menurut penghitungan secara fisik. Apabila kas menurut penghitungan fisik lebih besar daripada kas menurut catatan, disebut selisih kas lebih (Cash Overage). Jika keadaan sebaliknya, disebut selisih kas kurang (Cash Shortage). Selisih kas sering terjadi pada toko-toko atau supermarket yang menjual barang secara eceran. Penyebab terjadinya selisih kas antara lain :
1. kehilangan akibat kekeliruan saat transaksi penjualan, misalnya pada saat memberikan uang kembali. Selisih kas biasanya diketahui sebelum uang disetorkan ke bank.
2. kesalahan mencatat baik pada saat penerimaan maupun pada saat pengeluaran kas, selisih kas dan penyebabnya diketahui pada saat dilakukan pemeriksaan atau setelah menerima laporan mutasi kas dari bank, yaitu apabila catatan kas menurut perusahaan tidak sama dengan catatan menurut bank.
1. Pencatatan Selisih Kas
Adanya selisih kas mungkin diketahui pada saat transaksi yang terkait belum dicatat kedalam jurnal, misalnya selisih kas yang terjadi karena penerimaan tagihan atau pembayaran hutang yang melebihi jumlah yang seharusnya.
Pencatatan selisih kas yang diketahui sebelum atau setelah transaksi yang terkait dicatat dan penyebabnya tidak diketahui dapat dilakukan dalam buku jurnal umum. Selisih kas lebih dicatat kredit dalam akun Selisih Kas dan selisih kas kurang dicatat debet akun Selisih Kas. Pada saat penyebab timbulnya selisih kas diketahui, selisih kas yang bersangkutan dipindahkan kedalam akun yang seharusnya. Sebagai ilustrasi, berikut ini beberapa contoh pencatatan selisih kas.
Contoh 1
Dari transaksi yang terjadi pada Toko CAHAYA selama bulan Juli 2004, antara lain terdapat transaksi sebagai berikut :
Juli 12, Penerimaan uang tunai dari toko CITRA ABADI untuk pembayaran faktur No. 011 seharga Rp. 3.545.500,00. karena tidak tersedia uang pecahan kecil, Toko CITRA ABADI menyerahkan uang tunai Rp. 3.550.000,00 dengan tidak meminta uang kembali.
Juli 18, Penerimaan kas dari penjualan tunai tanggal 18 Juli 2004 sebesar Rp. 59.670.000,00. Sementara catatan kas register menunjukan jumlah Rp. 59.675.500,00
Juli 26, Pembayaran hutang kepada PT. NUSANTARA sebesar Rp. 15.262.500,00. Karena tersedia uang pecahan kecil, diserahkan uang tunai sebesar Rp. 15.265.000,00 dengan tidak meminta uang pengembalian.
Transaksi penerimaan piutang dan penjualan tunai pada contoh di atas dicatat dalam buku jurnal penerimaan kas masing-masing dengan jumlah Rp. 35.545.500,00 dan Rp. 59.675.500,00. Transaksi pembayaran hutang dicatat dalam buku jurnal pengeluaran kas dengan jumlah Rp. 15.262.500,00. Pencatatan dalam buku jurnal umum hanya untuk mencatat selisih kas yang timbul
2. Perlakuan terhadap selisih kas.
Dalam buku besar pada akhir periode akuntansi, akun Selisih Kas mungkin menunjukkan saldo debet atau saldo kredit. Saldo debet akun Selisih Kas pada akhir periode dipindahkan ke sisi debet akun Ikhtisar Laba Rugi sebagai keuntungan.
Dalam laporan laba rugi, keuntungan karena adanya selisih kas lebih diinformasikan sebagai beban di luar usaha. Sementara kerugian karena adanya selisih kas kurang, diinformasikan sebagai beban pos luar usaha. Apabila jumlahnya dipandang cukup berarti (material), biasanya disajikan dalam pos luar biasa. (Extra ordinary).

F. Penyusunan Rekonsilasi Bank
Sistem pengawasan kas mangharuskan semua kas baik dalam bentuk uang tunai maupun cek yang diterima setiap hari disetorkan ke bank. Sementara pembayaran kas dilakukan dengan menggunakan cek sehingga semua transaksi yang menyangkut kas selain dicatat oleh perusahaan dicatat dalam buku permintaan kas. Data kedua buku tersebut dihimpun dalam buku kas setelah dilakukan posting.
Setoran dana dari perusahaan dan penguangan cek yang dikeluarkan perusahaan oleh pihak bank dicatat dalam suatu rekening yang disebut Rekening Giro. Simapanan dana tersebut dapat ditarik sewaktu-waktu sehingga saldonya sering berubah-ubah. Rekening giro di sebut juga Rekening koran.
Bank biasanya mengirimkan rekening koran sebagai laporan kepada nasabah bank memuat informasi antara lain:
1. Saldo simpanan perusahaan (nasabah) pada awal bulan yang bersangkutan.
2. Setoran perusahaan baik dalam bentuk uang maupun cek yang diterima perusahaan dari pihak lain.
3. Cek-cek yang di tarik perusahaan untuk pembayaran kepada pihak lain yang telah di uangkan oleh penerima cek.

Selasa, 15 Juli 2014

Mengidentifikasi Penggunaan Kas

     Menurut sifatnya , kas mudah dibawa dan dipindah tangankan serta tidak disertai identitas pemiliknya .
Oleh karena itu , kas sering menjadi sasaran kecurangan-kecurangan sehingga perlu diadakan pengawasan terhadap kas.

1. Penyalahgunaan Kas
    Penyalahgunaan kas yang terjadi antara lain sebagai berikut :
a. Hasil penagihan kas tidak dicatat , tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi.
b. Akun piutang usaha dikredit sebesar penerimaannya , tetapi diimbangi dengan pendebitan akun kas ,
    melainkan didebit ke akun potongan penjualan.
c. Penggunaan uang atau cek untuk kepentingan pribadi, tetapi dicatat sebagai beban perusahaan .
d. Saldo kas tidak dilaporkan dalam keadaan yang sesungguhnya atau kas masuk dan kas keluar
    dimanipulasi
e. Cek kitting , dilakukan dengan cara memanipulasi transfer dana antarbank dengan tujuan agar saldo kas
    kelihatan lebih besar dari yang sebenarnya .
f. Happing , berupa penundaan pencatatan penerimaan kas sejak timbulnya piutang usaha sampai saat
   penerimaan kas dari piutang usaha berikutnya .


2. Pengawasan Penggunaan Kas

    Agar kas tidak disalahgunakan atau tidak dijadikan objek kecurangan perlu diadakan pengawasan penggunaan kas yang antara lain dapat dilakukan sebagai berikut :

a. Penerimaan Kas
    Uang diterima perusahaan dari berbagai sumber seperti penjualan tunai , pelunasan piutang usaha , dan penerimaan pinjaman . Prosedur pengawasan penerimaan kas dapat dilakukan dengan cara berikut ini :
1. Adakan pembagian tugas antara fungsi penerimaan , pencatatan , dan penyimpanan kas.
2. Setiap penerimaan kas dibuatkan bukti penerimaan kas dan segera dicatat , kemudian disetorkan ke bank
3. Bedakan antara fungsi pengelolaan kas dengan fungsi pencatatan kas .
4. Buat laporan kas setiap hari .
5. Secara internal , tanpa pemberitahuan lebih dahulu adakah pemeriksaan kas .

b. Pengeluaran Kas
    Pengeluaran uang atau kas untuk membayar berbagai macam transaksi harus dibuatkan prosedur pengwasannya dengan cara sebagai berikut :
1. Semua pengeluaran uang yang relatif cukup besar dilakukan dengan cek .
2. Gunakan sistem voucher untuk menjamin bahwa pengeluaran kas ditujukan untuk pengeluaran perusahaan
3. Pisahkan antara pihak yang menulis , pihak yang menandatangani , dan pihak yang mencatat pengeluaran
    cek  .
4. Buat laporan kas setiap hari .
5. Adakan kas kecil untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan sifatnya rutin .
6. Adakan pemeriksaan mendadak dalam jangka waktu yang tidak ditentukan .
7. Khusus uang yang disetor ke bank atau yang diambil dari bank disusun rekonsiliasi bank secara periodik .

c. Pemeriksaan Kas
    Pemeriksaan kas dapat dilakukan secara mendadak tanpa memberitahukan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut :
1. Saldo kas perusahaan dicocokan dengan keadaan fisik uang dan benda-benda kas lain yang ada pada kas
    perusahaan .
2. Adakan pengujian terhadap catatan-catatan dan kegiatan-kegiatan perusahaan , seperti kegiatan
    penyimpanan uang ke bank atau pengeluaran dengan menggunakan cek .

d. Perhitungan Kas
    Perhitungan kas dapat dilakukan oleh petugas yang tidak terkait dengan pengelolaan kas dan diamati oleh saksi-saksi yang telah ditunjuk . Hasil perhitungan harus dilaporkan secra rinci mengenai jenis dan banyaknya nilai per satuan . Jumlah uang harus sama dengan catatan pada laporan kas . Kemudian , hasil perhitungan dicatat dalam berita acara . Perhitungan kas secara gari besar sebagai berikut :

PERHITUNGAN KAS

Saldo kas pada awal periode                                                                                          Rp xx
Ditambah:
Jumlah penerimaan kas selama periode yang bersangkutan                                               Rp xx  +
                                                                                                                                      Rp xx



Dikurangi:
Jumlah pengeluaran kas selama periode yang bersangkutan                                             Rp xx  -
Saldo kas pada akhir periode                                                                                         Rp xx


e. Selisih Kas
    Bila antara saldo kas menurut catatan dan saldo kas menurut perhitungan fisik ternyata tidak sama , maka terdapat selisih kas . Selisih kas dapat terjadi karena hal-hal berikut :
1. Kekeliruan sewaktu menukar uang .
2. Kekeliruan sewaktu memberikan pengembalian uang .
3. Mengembalikan uang lebih atau kurang karena tidak ada uang kecil (recehan)
4. Jumlah yang diterima atau yang dikeluarkan lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya .

Selamat Belajar :)

Pengertian , Ciri-ciri , dan Bentuk Kas pada Akuntansi

1. Pengertian dan Ciri-ciri Kas
   
    Kas adalah alat pembayaran yang dapat dipakai untuk membayar kegiatan perusahaan. Kas merupakan aktiva yang paling lancar dan harus disediakan di perusahaan dalam jumlah yang mencukupi dalam pelaksanaan operasi perusahaan selama periode tertentu. Bila persediaan kas yang disimpan di perusahaan berlebih (idle money) akan menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, saldo kas di perusahaan jangan terlalu besar, namun tidak boleh juga terlalu kecil. Kas mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a. Dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat penukar dalam berbagai transaksi.
b. Dapat diterima oleh bank sebagai setoran untuk dimasukkan ke rekening perusahaan.

2. Bentuk Kas
    Beberapa bentuk yang termasuk kas adalah sebagai berikut :
a. Uang tunai berupa uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan oleh pemerintah indonesia atau oleh
    pemerintah negara lain (mata uang asing)
b. Uang kas yang disimpan di bank dalam bentuk rekening giro (demand deposit).
c. Cek yang diterima dari pihak lain, tetapi belum diuangkan ke bank.
d. Cek dalam perjalanan (outstanding checks) , yakni cek yang telah dikeluarkan oleh perusahaan kepada
    pihak lain, tetapi belum diuangkan ke bank .
e. Cek kasir (chashier's checks) , yakni surat perintah kepada bagian keuangan (kasir) untuk mengeluarkan
    uang bagi pihak-pihak lain dalam perusahaan sendiri .
f. Wesel pos yang menurut sifatnya dapat diuangkan pada waktu yang diperlukan.
g. Simpanan uang di bank-bank luar negeri yang tidak dikenakan pembatasan penarikan. saldo simpanan ini
   dalam neraca dilaporkan dalam mata uang rupiah sebesar nilai kursnya.

Beberapa bentuk yang tidak termasuk dalam golongan kas adalah sebagai berikut :

a. Cek mundur (post date chek)
b. Pembayaran-pembayaran di muka (prepaid expenses).
c. Surat berharga jangka pendek.
d. Prangko dan materai , walaupun dapat digunakan untuk pembayaran dalam jumlah kecil , tetapi oleh bsnk
    tidak akan diterima sebagai setoran. Prangko dan materai digolongkan sebagai perlengkapan.
e. Deposito berjangka (time deposit) , yakni simpanan di bank yang pengambilannya hanya pada waktu
    tertentu .
f. Kas yang disisihkan untuk tujuan tertentu dan sifatnya terikat , seperti untuk dana pensiun pelunasan
   obligasi , pembayaran deviden.
g. Wesel tagih , yakni perintah tertulis bersyarat kepada tertarik untuk membayar sejumlah uang tertentu
    kepada penarik pada tanggal yang telah ditentukan .

Selamat Belajar . . .

Selasa, 08 Juli 2014

Cara Meng-install MYOB Accounting V 15

Sobat sekalian, bahan belajar tips MYOB   kita sekarang yaitu bagaimana cara menginstal MYOB Accounting v15 ke Komputer Anda. Software MYOB Accounting v15 bisa di-install pada Windows versi apa saja. Untuk meng-install MYOB Accounting v15, minimal spesifikasi komputer yang harus Anda miliki yaitu:
Harddisk : Pentium Processor 200 MHz dan RAM 32 MB. Space harddisk minimal yaitu 50 MB untuk program MYOB dan 35 MB untuk space file perusahaan. Resolusi warna monitor Anda minimal 800 x 600 dengan warna minimum 16 bit.
Software                :  Windows 98 atau yang lebih tinggi.
Office Link            :  Ms. Word  98  dan Ms. Excel  98 keatas.
Compatible
Setelah semua syarat minimal terpenuhi Anda bisa mulai meng-install MYOB Accounting  v15 pada komputer Anda.
Ok, kita langsung praktekan saja ya, biar ga bertele-tele :)
1. Aktifkan komputer Anda, lalu masukkan CD Software MYOB Accounting v15 ke dalam CD ROM komputer. Cara lain, bila Anda punya software dalam flashdisk, bisa juga klik Software MYOB Accounting v15 tersebut.
2. Arahkan Mouse pada tombol Start, lalu klik bagian kanan Mouse sehingga ditampilkan daftar aktifitas, kemudian klik Explorer.  Cari drive tempat software MYOB Accounting v15 berada dan double-klik program MYOB Accounting tersebut. Selanjutnya double-klik Setup sehingga langkah-langkah penginstalasian MYOB dilakukan.
Cara install MYOB
 Bila Anda ingin membatalkan proses instalasi karena sesuatu hal, klik tombol Cancel yang terdapat dipojok kanan jendela InstallShield Wizard.
Setelah proses persiapan untuk instalasi selesai, maka ditampilkan pesan Welcome to MYOB Accounting v15 Install. Sebelum meng-instal software MYOB Accounting v15, disarankan menutup seluruh program Windows lainnya. Baca seluruh penjelasan yang terdapat pada jendela ini dengan seksama sebelum melanjutkan ke prosedur berikutnya. Lihat gambar berikut:
Cara install myob 3. Klik tombol  Next  bila Anda setuju dengan uraian dan penjelasan yang diberikan pada  Welcome to MYOB Accounting v15 Install, kemudian ditampilkan MYOB Accounting v15 Install.
4. Pilih opsi negara pemakai software MYOB Accounting v15 yaitu Indonesia. Bila Anda  ingin kembali ke jendela sebelumnya, klik tombol Back). Klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, selanjutnya ditampilkan Liscence Agreement.
Pada Liscence Agreement ditampilkan informasi dan persetujuan yang harus Anda pahami. Baca seluruh persetujuan yang diberikan dan klik tombol Decline bila Anda menolak persetujuan.
5. Klik tombol Accept bila setuju, lalu ditampilkan Install Type. Pilih tipe instalasi MYOB Accounting yang diinginkan, apakah Typical atau Custom.
Cara install myob
 6. Pilih opsi Typical, lalu klik tombol Browse. Tetapkan lokasi penyimpanan folder instalasi untuk software MYOB Accounting v15.
7. Klik tombol Next, lalu ditampilkan Select Program Folder. Tetapkan lokasi folder atau terima lokasi yang telah diberikan.
8. Klik tombol Next, lalu ditampilkan Start copying files. Review setting yang telah dibuat dan lakukan perbaikan jika diperlukan. Bila anda telah yakin terhadap langkah-langkah yang telah dibuat, selanjutnya klik tombol Next.
9. Klik Next >  Finish.
Selamat mencoba :)
   Semoga Bermanfaat Untuk Anda....